Kabut_hitam_hutanesia

Cover Buku – 1

Judul Buku                      :    KABUT HITAM HUTANESIA: Kisah Sebuah Hutan yang Terancam oleh Ambisi, Keserakahan, dan Kebohongan

Nama Penulis                 :    Arbain Nur Bawono

Nama Penerbit              :    Penerbit Aksara Semesta

Jumlah Halaman           :    vi + 273 halaman

Ukuran                            :    14 x 20 cm

Harga                               :    Rp80.000

ISBN                                 :    Masih dalam proses

Sinopsis Singkat             :    Hutanesia adalah sebuah hutan yang dikaruniai kekayaan sumber daya yang melimpah. Kehidupan warga yang awalnya damai mulai berubah ketika segelintir warga yang licik mengincar kekuasaan dan kekayaan sumber daya hutan melalu cara-cara yang penuh ambisi, keserakahan, dan kebohongan.Drago pemimpin gerombolan serigala hitam dan Loho yang memimpin gerombolan rubah hitam memanfaatkan Mulo si kancil untuk memenuhi sifat rakus dan serakahnya menguasai kekayaan hutan secara licik. Dengan manipulasi informasi mengandalkan dengung gerombolan lebah hitam yang menghipnotis, mereka berhasil mengantar Mulo meraih ambisinya menjadi raja hutan.Warga hutan tidak menyadari dibalik citra Mulo yang lugu dan sederhana tersembunyi janji-janji kesejahteraan yang penuh kebohongan. Drago dan Loho menggiring warga memuji keluguan Mulo dan kesederhanaannya, daripada menilai prestasi nyata yang seharusnya menjadi ukuran keberhasilan sebagai raja hutan. Dengan cara itu mereka menjalankan kebijakan-kebijakan yang menyembunyikan agenda hanya menguntungkan kepentingan segelintir pihak namun justru merugikan masa depan Hutanesia. Perilaku manipulatif mereka juga didukung dengan keterlibatan Paco, ular penjaga aturan adat yang memihak. Ketika Sabo harimau tua akhirnya diangkat menjadi raja hutan menggantikan Mulo, harapan baru mulai muncul. Namun, pergantian raja hutan itu tidak serta-merta membawa keadilan. Mulo, Drago, dan Loho selalu membayangi Sabo. Hutanesia berada di persimpangan jalan. Akankah Sabo benar-benar dapat menjadi raja hutan yang berani bersikap adil atau justru takut kehilangan keistimewaan yang selama ini dia nikmati?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *